
SIBOLGA,Deteksimedia.com 1 Desember 2025 – Perum Bulog mengkonfirmasi terjadinya penjarahan di salah satu gudangnya di Sibolga akibat terputusnya akses logistik pasca bencana banjir yang melanda wilayah tersebut. Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Andi Afdal, membenarkan kejadian ini dan menyatakan bahwa masyarakat berada dalam kondisi darurat pangan akibat bencana alam.
“Kami membenarkan bahwa kejadian tersebut terjadi akibat dampak langsung dari bencana yang memutus akses logistik dan menempatkan masyarakat dalam kondisi darurat pangan,” ujarnya dalam keterangan resmi, Minggu (30/11/2025).
Andi mengimbau semua pihak untuk mendukung pemulihan situasi dan menjaga ketertiban demi kepentingan masyarakat terdampak. “Semoga situasi ini menjadi pelajaran dan penguatan sistem mitigasi ke depan, agar penanganan bencana dan distribusi bantuan dapat lebih cepat dan tepat sasaran,” tambahnya.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumatera Utara, Budi Cahyanto, menambahkan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan pihak terkait untuk memulihkan distribusi bantuan dan menstabilkan situasi. “Kami memahami bahwa masyarakat sedang berada dalam situasi darurat akibat bencana banjir yang menimbulkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, dan terputusnya akses pangan,” kata Budi.
Saat ini, Kanwil Bulog Sumut dan Kanca Sibolga masih melakukan pendataan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil massa dari gudang. Komunikasi dengan tim lapangan juga terkendala akibat gangguan sinyal di wilayah terdampak.
“Perhitungan jumlah beras dan minyak goreng yang diambil dari Gudang Sarudik masih dalam proses pendataan. Kami meminta dukungan semua pihak agar penanganan pasca kejadian ini dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran demi kepentingan masyarakat yang terdampak,” imbuh Budi.
Perum Bulog menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah situasi bencana dan memastikan pemenuhan kebutuhan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Bencana banjir yang melanda Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada 24-25 November 2025 telah menyebabkan kerusakan infrastruktur berupa jalan putus dan tanah longsor, memutus jalur distribusi logistik. Akibatnya, pasokan pangan tidak dapat diakses masyarakat selama kurang lebih tiga hari, memicu kondisi darurat kebutuhan pangan di wilayah Sibolga dan Tapteng.
Sebelumnya, Bulog telah berkoordinasi dengan Polres Sibolga dan Kodim Tapanuli Tengah untuk pengamanan fasilitas gudang. Personel dari Polsek dan Koramil setempat telah ditempatkan di area kompleks Gudang Sarudik. Namun, fokus aparat saat itu lebih diprioritaskan pada penanganan korban dan penanggulangan pasca bencana.
Seiring meningkatnya potensi kerawanan, Pinca Bulog Sibolga telah meminta penambahan personel kepada Kodim dan Polresta Sibolga. Koordinasi lanjutan juga dilakukan oleh Kantor Wilayah Bulog Sumatera Utara dengan Kodam dan Polda Sumatera Utara agar bantuan personel dapat tiba lebih cepat.
Namun, sebelum personel tambahan tiba, massa berkumpul di depan Gudang Bulog Sarudik Sibolga dan memaksa masuk dengan merobohkan pagar gerbang, merusak gembok gudang, dan mengambil beras serta minyak goreng yang tersimpan di dalam gudang. Aparat telah berupaya melakukan penghalauan namun massa tidak terkendali karena desakan kebutuhan pangan.
(Red)





Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.